Kamis, 31 Maret 2011

Kota Depok Bersiap Jadi Cyber City

Berbagai negara coba membuat Cyber City, misalnya di India, China dan sebagainya. Nah, Indonesia sepertinya tak mau kalah mengembangkan kota berbasis cyber. Salah satu yang dipilih adalah kota Depok, yang niatnya akan dikembangkan jadi Cyber City oleh pemerintah bekerjasama dengan kalangan universitas.
Cyber City konon memiliki kesamaan ciri yaitu kerja keras, semangat enterpreneur tinggi, jalinan informasi kuat serta sistem pendanaan yang mendorong pertumbuhan perusahaan baru di bidang TI. Biasanya dibarengi tersedianya infrastruktur teknis dan non teknis yang memadai di kota tersebut.
Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian dengan inisiatif Koridor Industri Telematika coba mendorong beberapa kota menuju ke arah itu. Pemanfaatan dan perkembangan industri TI diyakini berperan sebagai penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Di samping itu Cyber City punya ciri pemanfaatan TI oleh pemerintah daerahnya untuk menyediakan layanan publik ataupun memfasilitasi berbagai kegiatan publik, sekaligus mendorong good governance. Salah satu kota yang dipandang layak adalah Depok.
Melihat situasi Depok saat ini yang berkembang pesat, Pemerintah Kota Depok mendorong Depok untuk berkembang ke kota Cyber. Harapan ini berkembang dengan adanya beberapa faktor pendukung, antara lain :
- Adanya beberapa perguruan tinggi di sekitar Depok.
- Akses ke pusat penelitian baik di Universitas maupun Lembaga Penelitian
- Tersedianya infrastruktur yang memungkinkan “kehidupan ala pengembang TI”
- Tempat yang memungkinkan sebagai titik pertukaran informasi dan diskusi pembentukan ide.
- Akses ke pusat bisnis Jakarta yang mudah.
- Akses ke pusat industri pengguna jasa teknologi informasi.
- Semangat kerja, ketekunan dan daya tahan tinggi yang ditunjukkan oleh para mahasiswa/alumni dan pengusaha.

Pacuan Kuda Limo Depok Siap untuk SEA Games XXVI

Menjelang perhelatan olah raga SEA Games ke XXVI di Palembang pada November 2011 mendatang, kota Depok, Jawa Barat pun ikut berbenah. Pasalnya, Depok ikut berbangga dengan dijadikannya pacuan kuda di Kecamatan Limo, Depok, sebagai tempat pertandingan cabang olahraga berkuda.
Segala persiapan dan perbaikan ringan mulai dilakukan Depok. Pemerintah Kota bahkan menjamin pacuan kuda Depok siap seratus persen bagi pertandingan SEA Games.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Budaya Kota Depok Asep Roswanda mengatakan ajang tersebut akan dimanfaatkan Depok untuk mengenalkan kota penyangga ibukota tersebut terhadap turis domestik ataupun mancanegara. Dia meyakinkan, dari sisi infrastruktur maupun akses jalan menuju lokasi pacuan kuda sudah bagus dan siap untuk SEA Games.
“Tak hanya untuk olahraga, tapi bisa jadi masukkan bagi para pelaku usaha di Depok agar para turis yang menyaksikan SEA Games agar belanja di Depok, jadi pariwisata juga, intinya kami sudah siap seratus persen,” tegasnya kepada wartawan.
Asep menambahkan, segala persiapan tersebut sebagian menggunakan anggaran APBD. Tak hanya itu, tentunya Depok juga bekerjasama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
“Stable itu kan selama ini tak hanya digunakan untuk even biasa, tapi sudah sering dipakai even tingkat Asia, jadi kami sudah berpengalaman dan bekerja sama dengan Koni,” tandasnya.|pkz/mt|

dag-dig dug menjelang UAN DEPOK

Hmmm… Bahasan yang ngga ada habisnya untuk dibicarakan, setiap tahun selalu menjadi polemik, ada yang setuju, ada yang tidak, ada yang acuh tak acuh. Bagaimana menurut saudara-saudari…? Mumpung masih anget-angetnya dan bahkan sekarang ini adik-adik kita sedang melaksanakanUjian Nasional, Yuk kita diskusi disini :-)
Menurut Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005, Pasal 66 Ayat (1) tentang Standar Nasional Pendidikan disebutkan bahwa :
“Penilaian hasil belajar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) butir c bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuanteknologi dan dilakukan dalam bentuk ujian nasional.”
Sedangkan penjelasan dari ayat tersebut adalah :
“Pasal 66 Ayat (1) : Ujian nasional mengukur kompetensi peserta didik dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi, dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan oleh peserta didik, satuan pendidikan, dan/atau program pendidikan.”
Disitu tertera jelas bahwa tujuan diselenggarakannya Ujian Nasional adalah untuk “Mengukur Kompetensi” peserta didik.
Sedangkan menurut Martin E. Susilo di Portal HRM Indonesia :
Kompetensi adalah karakteristik yang dimiliki seorang pekerja atau individu yang membuat dirinya menunjukkan kinerja (performance) sesuai dengan ekpektasi pemberi kerja dan membedakannya dengan pekerja atau individu lain.”
Singkatnya kompetensi adalah karakteristik mendasar yang akan mengakibatkan seseorang mencapai prestasi kerja yang menonjol. Lalu… apakah adil apabila kompetensi seseorang dinilai dari 4 s/d 6 mata pelajaran…???
Saya sebagai pemerhati pendidikan, khususnya SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) yang notabene mengutamakan “Kompetensi” atau bahasa ngetrend-nya “Life Skill” kok merasa ganjil yach dengan kondisiUjian Nasional *terutama untuk SMK* yang sekarang ini..? kenapa..? mari kita simak percakapan berikut ini :
Budi : “Pak… denger-denger si Abdee ngga lulus Ujian Nasional ya pak? kok bisa ngga lulus sih pak? berarti dia ngga lulus SMK dong?”
Pak Bronto : “Yahhh… begitulah nak, karena nilai Bahasa Inggris dia kurang, dia cuma dapet 3,85 sedangkan minimal nilai untuk tahun ini adalah 4,00 dan rata-rata harus 5,5″
Budi : “Tapi kan dia Bongkar Mesin, Overhaul, Troubleshooting masalah mobil dan motornya jago banget pak? Uji Kompetensi Produktifnya ada dapet 9,15″
Pak Bronto : “Begitulah nak, peraturan dari BSNP seperti itu”
Budi : “Sayang banget ya pak… padahal yang diperluin setelah dia lulus kan skill nya pak, bukan nilainya”
(Bang Awi yang dari tadi mendengar percakapan itu lantas berkomentar)
Bang Awi : “Yahhh, itulah… makanya saya sendiri ngga setuju kalau Nilai UN itu dijadiin barometer kelulusan anak… Boleh diadakan UN, tapi untuk kelulusan anak bisa dinilai dari multisudut, terutama untuk SMK, seharusnya banyak faktor yang menentukan anak tersebut layak diluluskan atau tidak, salah satunya adalah skill itu tadi”
Budi : “Iya juga ya bang, kan walaupun nilai Bahasa Inggris si Abdee jeblog, tapi begitu dia lulus, dia bisa melanjutkan kehidupan dengan modal Skill nya dibidang Otomotif, malah justru itu yang kepake sekarang”

tekhnology yang mempertemukan mereka di burger & grill depok

Sabtu, 28 Agustus kemarin puluhan blogger Depok yang tergabung dalam deBlogger(Komunitas Blogger Depok) menggelar kopdar (kopi darat) sekaligus ngabubur-IT di bulan Ramadhan ini barengInternet Sehat. Acara yang bertajuk “Jangan Takut Tetap Posting” ini diselenggarakan di Burger and Grill Margonda.
Acara dimulai dengan sharing yang dibawakan olehIlman Akbar, seorang enterpreuner muda yang juga salah seorang pencetus ideanakUI.com yang merupakan sarana berkumpulnya blogger yang berasal dari mahasiswa UI . Ada beberapa point yang bisa kita garis bawahi dalam sharing ini, antara lain:
  • Temukan passion melalui ngeblog
  • Dari passion coba jadikan sebagai lahan usaha
  • Bedakan antara ngeblog dan usaha. Blog sebagai sarana penuangan ide dan pikiran serta berbagi dan usaha berada di sisi yang lain yang harus dipisahkan
  • Jejaring sosial merupakan salah satu sarana untuk menjaring pertemanan dan informasi, bukan sebagai sarana untuk usaha
Acara dilanjutkan dengan pengumuman Lomba Blog MyPulau Telkomsel bersama deBlogger. Acara makin seru karena tiap sesi pasti dilanjutkan dengan tanya-jawab. Di bagian ketiga acara berlanjut dengan sosialisasiPesta Blogger (PB) 2010Shinta Setiawan selaku perwakilan dari kepanitiaan PB2010 menyatakan bahwa PB kali ini akan didedikasikan bagi komunitas, artinya akan diberi ruang yang seluas-luasnya bagi komunitas untuk menampilkan eksistensi dan prestasi masing-masing. Wah keren ya, kita nantikan aja PB 2010 ini di penghujung Oktober tahun ini.
Tibalah pada acara inti yaitu presentasi dari internet sehat. Materi presentasi dibawakn dengan lugas dan ringan sehingga sangat menarik bagi peserta. Ada beberapa catatan penting menurut saya dari materi yang disampaikan, antara lain:
  • Tetaplah seorang blogger pada fitrahnya, yaitu menulis. Jangan pernah takut untuk menyuarakan isi kepala dan hati kita
  • Konsisten pada kode etik sebagai blogger
  • Peraturan pemerintah yang melakukan filter merupakan peraturan yang sebaiknya dapat ditinjau lebih jauh akan dampak baik dan buruknya terhadap masyarakat, sehingga keamanan berinternet tidak hanya ada sebagai sesuatu yang semu.
  • Banjiri internet dengan tulisan-tulisan positif sehingga masyarakat dapat melihat bahwa internet bermanfaat dan tidak hanya dipandang sebagai sesuatu yang negatif.
  • Melakukan filter pribadi adalah kunci utama dalam berinternet sehat
Acara ini selain merupakan ajang sharing pengetahuan dan untuk menjalin silaturahim ternyata juga merupakan sarana untuk mendapatkan aneka hadiah menarik. Dari pemberi pertanyaan terbaik, pemenang kuiz, sampai peserta yang melakukan livetweet terbaik semua mendapatkan hadiah. Nah ini adalah foto teman-teman peserta yang beruntung :

Acara yang terbilang singkat ini sangat mengesankan. Sukses buat deBlogger dan internet sehat sebagai penyelenggara. Ada sesuatu yang bisa dibawa pulang oleh peserta acara ini, setidaknya mereka tidak akan takut lagi untuk posting di blog masing-masing selama mampu melakukan filter untuk diri sendiri.

perdagangan yang sangat kuat di kota DEPOK



Jakarta – Depok saat ini merupakan kota metropolitan yang terus berkembang. Salah satunya bisa dilihat dari sisi ekonomi. Indikatornya ditunjukkan oleh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang terus meningkat dari Rp 7.5 triliun (tahun 2006) menjadi Rp 8.9 triliun (tahun 2007), Rp 10,6 triliun (2008), dan Rp 12,5 triliun (2009).Bukan hanya itu, indikator lainnya adalah laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE), yang pada tahun 2009 mencapai 6,22 persen.
Dari tahun 2006-2010, pembangunan ekonomi dan infrastruktur Kota Depok sangat luar biasa. Tempat-tempat usaha, baik itu restoran, mal, industri jasa, maupun usaha-usaha kecil dan menengah (UKM) telah banyak berdiri di Kota Depok. Selain berkontribusi positif dalam memberikan pendapatan asli daerah, pertumbuhan ekonomi seperti ini pun telah membuka lapangan pekerjaan.Ternyata, industri jasa dan perdagangan telah memberikan kontribusi paling dominan terhadap LPE dan PDRB.
Artinya, ke depannya, pemerintahan Kota Depok harus memberikan dukungannya terhadap perkembangan industri jasa dan perdagangan. Tidak hanya memberi dukungan kepada pengusaha-pengusaha kelas kakap saja, pemerintah pun harus memberikan dukungan kepada pengusaha UKM, yang dapat memutar roda ekonomi masyarakat kelas bawah-menengah.
Ada banyak bentuk dukungan yang dapat diberikan kepada pengusaha. Pemberian kredit tanpa bunga kepada pengusaha UKM, kemudahan pengurusan izin usaha, berbagai insentif, adalah  contoh beberapa hal yang dibutuhkan para pengusaha untuk berkembang dan mewujudkan Depok menjadi kota jasa dan perdagangan.
Menjadi tugas cukup berat bagi Walikota dan Wakil Walikota terpilih 201–2015 untuk mewujudkan semua harapan dan keinginan masyarakat tentang Kota Depok. Dia haruslah merupakan orang yang berkompeten dan mengenal Kota Depok serta memiliki dukungan yang positif terhadap berkembangnya kewirausahaan masyarakat. Tidak kalah penting, dia harus memiliki akhlak yang baik, serta semangat reformasi birokrasi, penegakan hukum, dan anti korupsi.

lezatnya dark chocolates,,

Hummm… siapa sih si sahabat ini? dia itu sahabat kamu kok.. sahabat saya.. dan sahabat kita semua.. terutama di kala duka.. bisa di temuin dimana aja.. hampir di setiap mini market (loh?).
Hahaha.. pasti pada bingung.. ini loh.. si sahabat yang di maksud ini adalah si COKLAT! Hari gini pasti gampang banget nemu coklat.. coklat ada dimana-mana.. setiap beberapa meter mall yang kita datangi pasti ada nuansa coklat, pink dan bunga. Secara yaaaa.. mau valentine.. walaupun ada dari kita (termasuk saya) yang tidak merayakan valentine, tapi nuansanya tetap terasa dimana-mana.
Pasti banyak yang merasa heran, kenapa coklat menjadi bagian yang tidak terlepaskan dari valentine, selain bunga dan ornament berwarna pink. Alasan mengapa banyak orang memberikan coklat untuk orang tersayang adalah karena coklat sering dianggap sebagai makanan cinta. Hal ini disebabkan karena coklat memiliki tekstur yang lembut dan akan lumer secara perlahan saat dikulum dalam mulut. Ini memberikan kesan sensual bagi orang yang memakannya. Selain itu, coklat dapat memberikan efek nyaman, rileks dan dapat meningkatkan gairah seksual.
Rasa nyaman yang ditimbulkan setelah menikmati coklat bukan hanya perasaan saja, karena coklat mengandung ratusan zat yang memungkinkan terjadinya reaksi kimia di otak. Zat-zat inilah yang merangsang aktifnya serotonin di otak yang selanjutnya akan memicu perasaan nyaman seseorang. Selain itu, zat terbanyak yang terkandung dalam coklat adalah theobromine yang dapat menstimulasi jaringan saraf dan jantung yang membuat kita terjaga dan bersemangat.
Selain alasan di atas, coklat menjadi teman baik karena coklat memang baik untuk kesehatan dan kecantikan. Coklat ini mengandung antioksidan yang besarnya 3 kali lipat dari teh hijau yang selama ini dianggap sebagai sumber antioksidan. Belum lagi vitamin A, Vitamin B1, Vitamin C, Vitamin D dan juga Vitamin E serta kalsium, kalium dan zat besi. Makanya para wanita yang sedang PMS sering di sarankan mengudap coklat, selain karena bisa menenangkan, tapi juga bisa mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral tubuh.  Kalau untuk kecantikan, biasanya coklat digunakan untuk lulur karena kandungan antioksidannya itu, lulur coklat dianggap bisa mencegah penuaan dini.
Coklat sendiri ada 3 macam.
  1. Dark Chocolate, yang mengandung biji coklat paling tinggi. Yaitu sekitar 70%. Paling sedikit kadar gula dan lemaknya.
  2. White chocolate, adalah coklat berwarna putih yang mengandung sekitar 33% biji coklat. Sisanya adalah gula, susu dan vanilla. Makanya rasanya pun manis. Tapi efek negatifnya adalah bisa menyebabkan kerusakan gigi dan diabetes.
  3. Milk Chocolate, coklat susu ini adalah campuran dari biji coklat dan susu. Hingga rasanya pun enak dan paling disukai.
Namun, dari seluruh kelebihan dan keunggulan coklat, konsumsi coklat yang terlalu banyak juga tidak baik untuk kesehatan. Yah.. memang semua yang berlebihan, tentu tidak baik, bukan? Selain itu juga hati-hati dengan konsumsi fondant dan beberapa macam praline yang mengandung 100% pemanis. Coklat warna-warni seperti ini bukanlah coklat sebenarnya. Karena lebih banyak mengandung gula dan pemanis serta pewarna. Sehingga konsumen sendiri sebaiknya lebih berhati-hati dalam mengkonsumsinya.
kalau di depok sendiri, banyak sekali tempat yang bisa memanjakan lidah kita dengan kelezatan coklat yang nikmat.. selain di cafe-cafe, tentunya cafe de chocolate yang ada di areal food court depok town square, coklat Qta-Qta di jalan juanda, atau the harvest cabang depok yang ada di jalan margonda semuanya bisa jadi alternatif tempat untuk menikmati coklat.
tapi.. klo mau sedikit repot, membuat coklat hangat di rumah pun, tidak kalau menyenangkannya sebagai teman di kala suasana duka, sumpek dan kusut di hati.. ^_^
selamat menikmati coklaaaat.. ^o^

buah khas DEPOK ...

Siapa yang tak kenal dengan buah belimbing? Buah yang berwarna kuning,  berbentuk seperti bintang (makanya dikenal juga sebagai star fruit), dengan rasa manis yang menggoda. Tapi sayang, hanya sedikit sekali dari kita yang menjadikan buah belimbing sebagai buah favoritnya. Buah ini memang kalah tenar dengan buah lainnya yang tumbuh subur di Indonesia.
Padahal belimbing memiliki khasiat yang cukup baik buat kesehatan. belimbing  manis kaya akan pektin yaitu zat yang mampu menjerat kolesterol, mencegah hepatitis atau penyakit pengerasan hati, dan asam empedu yang terdapat dalam usus dan membantu pembuangannya. Seratnya juga bermanfaat memperlancar proses pencernaan. Buat yang sedang melakukan program diet, boleh menjadikan buah ini sebagai buah favorit untuk menjaga tubuh menjadi langsing.

Selain itu belimbing yang manis dapat juga menyembuhkan batuk, demam, kencing manis dan kolesterol tinggi, dan meredakan sakit tenggorokan. Dalam literatur Tanaman Obat Indonesia (TOI) disebutkan, jika dicampur madu dapat mencegah dan mengatasi kencing batu. So, selain rasa manis dan enak diminum, belimbing bermanfaat bagi kesehatan
Salah satu potensi pertanian yang cukup potensial di kawasan Depok adalah Pertanaman Belimbing.  Belimbing tumbuh subur di 6 Kecamatan yaitu Pancoran Mas, Beji, Sukmajaya, Limo, Sawangan, Cimanggis. Prospektif dikembangkan di kota Depok dan kini telah menjadi buah unggulan kota Depok karena secara komparatif Buah Belimbing Dewa Depok Lebih unggul dibandingkan buah belimbing yang lainnya yang ada di Indonesia. Hal ini diketahui pada setiap Event Lomba Buah Unggul dan pameran-pameran buah Nasional serta Internasional, Buah Belimbing Dewa ini lebih unggul dan selalu menjuarai sebagai buah unggul nasional versi Trubus.
Tapi sayang, usaha Bapak Walikota untuk menjadikan belimbing sebagai ikon Depok dirasakan belum berhasil. Ini dapat dilihat dari masih sedikitnya buah belimbing yang dijual di pasar-pasar, toko buah dan supermarket di Depok. Masyarakat juga tidak diedukasi akan manfaat dan pengolahan buah belimbing secara kreatif.  Sehingga ikon yang seharusnya menjadi symbol sebuah kota tidak mampu mengangkat citra kota tersebut.

Kuliner Depok " ANGKRINGAN "

Angkringan adalah salah satu kuliner yg ada di Depok yg baru baru ini mulai ramai dibicarakan dan banyak didatangi oleh pengunjung di setiap malam harinya.
Angkringan ini berada di Jalan Margonda Raya (sebelah resotoran Mang Kabayan). Buka pada malam hari dari jam 19.00 - 22.00.
Baru - baru ini juga ada beberapa orang teman saya yg pergi kesana tetapi mereka tidak mendapat tempat dan terpaksa harus duduk di kursi yg sebenarnya angkringan itu seharusnya duduk di bawah (lesehan) hehehe...

Menu yg tersedia diantaranya adalah :

  1. Nasi Kucing
  2. Ceker Ayam
  3. Wedang Jahe
  4. Gorengan
  5. Sate Usus (ayam)
  6. Sate Telur Puyuh
  7. Keripik
  8. Dll
Semua dijual dengan harga yg terjangakau

Angkringan (berasal dari bahasa Jawa yaitu " Angkring " yg artinya duduk santai) adalah sebuah gerobag dorong yg menjual berbagai macam makanan dan minuman.
Meskipun harganya murah namun konsumennya sangat bervariasi mulai dari tukang becak, tukang bangunan, pegawai kantor, mahasiswa, seniman, bahkan hingga pejabat dan eksekutif.

Angkringan juga terkenal dengan tempat yg egaliter karena bervariasinya pembeli yg datang tanpa membeda-bedakan strata sosial atau SARA. Mereka menikmati makanan sambil bebas ngobrol hingga larut malam meskipun tak saling kenal tentang berbagai hal atau kadang berdiskusi tentang topik-topik yg serius. Harganya yg murah dan tempatnya yg santai membuat angkringan sangat populer di tengah kota sebagai tempat persinggahan untuk mengusir lapar atau sekedar melepas lelah.

undefined





Maaf kalo repost  ^_^

Pasar Tumpah, Juanda Depok Merayap

Situasi liburan kali ini dimanfaatkan oleh sejumlah pedagang untuk mengais rejeki. Beberapa orang merasa bahwa hal ini merupakan kesempatan yang sangat menguntungkan, terutama bagi para pedagang. Namun tidak semua orang merasa senang, mungkin hal ini dirasakan terutama bagi para pengguna jalan.

Pagi ini terjadi kepadatan di jalan Juanda Depok, Minggu (18/7) pukul 09.07. Arus lalu lintas di jalan Juanda Depok terpantau padat merayap. Hal itu terjadi dikarenakan imbas pasar tumpah. Hingga saat ini petugas setempat masih berusaha untuk mencairkan kepadatan jalan.

Disarankan kepada masyarakat untuk sebaiknya melewati ruas jalan Margonda. Karena ruas jalan tersebut terpantau ramai lancar dikedua sisi.

Tempat Wisata di Depok? Ada, Loh!

Kalau kamu ditawarin untuk bisa berwisata dan berjalan-jalan GRATIS mengitari daerah Depok, tempat apa yang akan kamu pilih, teman? Jujur aja, aku sebagai warga yang baru tinggal sekitar 3 tahun di Depok aja agak bingung juga menjawabnya. Tapi, tapi, berkat komunitas asik yang ngaku-ngaku namanya deBlogger itu, mata pikiranku terbuka kalau ternyata ada juga tempat-tempat indah di Depok yang bisa disambangi.. *asikkkkk lebaayyyy hahaha*
Satu di antara beberapa tempat itu adalah Masjid Dian Al-Mahri atau nama gaulnya Masjid Kubah Emas. Mmm, wait, masjid jadi tempat wisata? Owkay, that’s right. Aku sedang tidak mengigau kok, kawan hihi. Tapi, ya jangan dibayangin kalau di “tempat wisata” yang satu ini ada banyak wahana asyik yang bisa kita mainkan seperti di Dufan. No, no, no, no. Big No. Seperti tempat wisata religi pada umumnya, tentu saja hal yang kamu dapatkan akan berbeda… Mungkin kamu bakal dapet cerita seputar sejarahnya atau mungkin juga kesyahduan suasananya yang bisa dijadikan objek foto-foto juga ;)
Ini nih masjid Kubah Emas :D
Oya mungkin pada bingung ya.. kenapa sebuah masjid bisa-bisanya menjadi tempat wisata. Pasti pikirmu: kalau gak ada yang menarik dari masjid itu, entah dari disain arsitekturnya atau lainnya, kecil kemungkinan menjadi sebuah tempat yang sering dikunjungi banyak orang.. Bener banget, kawan. Nah, salah satu keistimewaan si Kubah Emas ini memang terletak pada kubahnya. Believe it or not, kubah masjid ini memang dibuat dari emas! Membuatku jadi berpikir, pernahkah ada orang-orang berpikiran jahat menaiki kubah masjid itu dan mencongkel emasnya hmmm.. :P
Masjid yang dibangun di tepi jalan Raya Meruyung-Cinere, Limo, Depok ini dibangun oleh seorang ibu hajah.. namanya Hj. Dian Djuriah Maimun Al Rasyid *pantes aja ya nama masjidnya ada Dian-nya gitu hehe*. Ibu hajah ini konon *eh beneran sih* adalah seorang pengusaha asal Banten. Ia membangun masjid tersebut sejak tahun 2001 dan baru selesai akhir tahun 2006. Tanggal 31 Desember 2006, bertepatan dengan Idul Adha, masjid tersebut pun baru dibuka untuk umum. Dengan luas kawasan 50 hektar, bangunan masjid tersebut menempati luas area sebesar 60 x 120 meter atau sekitar 8000 meter persegi. Masjid itu sendiri dapat menampung sekitar 20.000 jemaah *jumlah yang cukup besar ya hehe*. Dan kabarnya sih kawasan masjid ini sering disebut sebagai kawasan masjid termegah di Asia Tenggara *wow banget gak sih*!

Detos at a Glance

Kota Depok adalah kota yang berkembang dengan cepat, dikarenakan banyaknya kawasan real estat eksklusif dan kampus besar seperti Universitas Indonesia, Universitas Gunadarma, Universitas Pancasila dan kampus besar lainnya. Banyaknya mahasiswa/i yang tinggal di kota Depok serta arus orang yang melintasi kota Depok menciptakan suatu gaya hidup dinamis dan berkembang. Keadaan tersebut menimbulkan kesempatan berbisnis untuk pengembangan bisnis bagi para pengusaha di Depok Town Square.
Hadirnya Depok Town Square di jalan utama kota Depok, yaitu Jalan Margonda Raya berhasil menarik pusat perhatian warga Depok dan sekitarnya.Design bangunan yang ultra modern, berwarna warni modern ditunjang dengan bauran lebih dari 2300 toko menjadikan Depok Town Square sebagai pusat perbelanjaan terbesar dan terlengkap di Depok.
Sebagai pusat perbelanjaan keluarga, Depok Town Square mempunyai fasilitas lengkap yang dibutuhkan untuk segala usia. Dari beragam toko-toko khusus yang menyediakan segala keperluan, bauran foodcourt (pusat jajan) dua lantai, Dept. Store ternama, Hypermart untuk kebutuhan harian, ditambah pusat hiburan Timezone dan Cinema21 menjadikan Depok Town Square pusat kebutuhan keluarga yang selalui ramai dikunjungi.

Taman Kota di Depok Minim

Taman kota yang ada di Depok, Jawa Barat, dinilai masih minim dan belum tertata rapi. Hal ini diutarakan Mulyo Handono, Kepala Bidang Pertamanan, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Depok, Jumat (23/4).

Menurut Mulyo, pemanfaatan lahan belum bisa dilakukan optimal. Dikatakannya, seperti layaknya kota lainnya, taman menjadi sulit berkembang karena bukan prioritas utama pembangunan. ''Jadi space yang diberi amat sempit,'' ujarnya.

Padahal, pengadaan taman kota di kota seluas 200,29 km2 amat berguna sebagai upaya penghijauan kota dan menekan polusi udara. Selain itu, kata Mulyo, anggaran yang ada amat minim. Buktinya pengadaan alat untuk merawat taman amat kurang.

Hingga kini, misalnya, Mulyo mengaku, Dinas Pertamanan hanya memiliki satu truk penyiram tanaman yang sudah tua dan harus menyiram seluruh tanaman di taman kota di depok. Alhasil, perawatan tak maksimal.

Meskipun dihadang banyak kendala, lebih lanjut dijelaskan Mulyo, pihaknya merencanakan membuat taman kota di beberapa sudut Depok lainnya. Rencananya pertamanan akan menyulap separator jalan yang berada di jalan Margonda Raya untuk menjadi taman kota.

Mulyo mengatakan, akibat pelebaran jalan yang dilakukan di jalan utama Depok itu, mustahil membuat taman di sebelah barat dan timur jalan utama kota Depok itu. Karenanya, pihaknya akan mengalihfungsikan separator yang ada. ''Separator yang sekarang berukuran 80 cm akan dilebarkan hingga 2 meter dan kita tanami pohon,” katanya.

Nantinya Mulyo mengatakan, pohon yang akan coba ditanam berjenis trembesi. Selain karena mengikuti Instruksi Presiden, trembesi juga berguna sebagai penyerap C02 yang paling baik.

Namun, menurut Mulyo, rencana tersebut belum bisa direalisasikan sekarang. Pasalnya kini, Jalan Margonda masih disibukkan dengan proyek pelebaran jalan. ''Kalau ini juga dilakukan sekarang, Margonda bisa tambah macet,'' jelasnya.

Menurut Walikota Depok, Nurmahmudi Ismail, Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Depok sebenarnya sudah cukup tinggi. Ia mengatakan Depok sudah mencapai target RTH ideal perkotaan yakni 40 persen dari ukuran ideal 30 persen lahan.

Meski demikian, menurut Nurmahmudi, pemerintah tidak bisa menjadi pihak yang sendirian peduli terhadap penanaman pohon dan taman ini. Ia mengatakan butuh peran serta masyarakat dalam melakukan hal ini.

Sementara itu, demi pelebaran Jalan Margonda, sebanyak 76 pohon yang ada di pinggiran jalan ditebang. Pohon-pohon yang ditebang tersebut terdiri dari pohon besar, sedang, dan kecil yang berjenis angsana dan godongan tiang.

Tiga Faktor Mendasar Penyebab Masih Tingginya Pengangguran di Indonesia

Seorang pengamat tenaga kerja dari Serang Darlaini Nasution SE mengatakan, ada tiga faktor mendasar yang menjadi penyebab masih tingginya tingkat pengangguran di Indonesia, termasuk di provinsi Banten.
Ketiga faktor tersebut adalah, ketidaksesuaian antara hasil yang dicapai antara pendidikan dengan lapangan kerja, ketidakseimbangan demand (permintaan) dan supply (penawaran) dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dihasilkan masih rendah, kata Darlaini di Serang, Jum’at.
Ia menjelaskan, lapangan pekerjaan yang membutuhkan tenaga kerja umumnya tidak sesuai dengan tingkat pendidikan atau ketrampilan yang dimiliki.
“Umumnya perusahaan atau penyedia lapangan kerja membutuhkan tenaga yang siap pakai, artinya sesuai dengan pendidikan dan ketrampilannya, namun dalam kenyataan tidak banyak tenaga kerja yang siap pakai tersebut. Justru yang banyak adalah tenaga kerja yang tidak sesuai dengan job yang disediakan,” katanya.
Dosen di Universitas Sultan Agung Tirtayasa (Untirta) ini juga mengatakan bahwa pengangguran masih tinggi karena permintaan kerja sangat sedikit dibandingkan tenaga kerja yang tersedia.
Penyebab lain, kata dia, kualitas SDM itu sendiri yang tidak sesuai dengan yang diharapkan di lapangan, antara lain dikarenakan penciptaan SDM oleh perguruan tinggi yang belum memadai, atau belum mencapai standar yang ditetapkan.
Menurut dia, SDM yang tidak memadai ini bisa disebabkan kurikulum perguruan tinggi yang tidak sesuai dengan yang dibutuhkan industri, dan juga anggaran yang disediakan pemerintah untuk sektor pendidikan yang masih rendah sehingga yang dihasilkanpun tidak mencapai ‘buah’ yang maksimal.
Mensiasati untuk meminimalisasikan pengangguran di Indonesia, Pembantu Dekan I di Fakultas Ekonomi Untirta ini mengatakan, para pendidik di perguruan tinggi jangan lagi berorientasi pada penciptaan tenaga kerja, tetapi harus diarahkan penciptaan terhadap lapangan kerja atau kewirausahawan.
Di Untirta, kata Darlaini, telah dibentuk ‘Enterprenuer University’ atau Universitas kewirausahawan, sebagai antisipasi untuk membawa mahasiswa yang tidak lagi berorientasi pada mencari kerja, tetapi diarahkan untuk dapat menjadi pencipta usaha.
“Kita berharap mahasiswa tersebut jika telah lulus dapat mandiri dengan membuka usaha sendiri sesuai dengan ilmu yang diperolehnya. Bukan lagi tamatan universitas pencari kerja, tetapi pencipta kerja,” kata Darlaini seraya menambahkan walaupun tidak mudah karena butuh modal dan keberanian mengambil resiko, tetapi cara tersebut diperlukan dalam masa sulit mencari kerja seperti saat ini.

Source : http://elektrojoss.wordpress.com/2007/06/12/tiga-faktor-mendasar-penyebab-masih-tingginya-pengangguran-di-indonesia/

GICI Business School Depok

GICI (Global Institute Commerce and Industry) pertama kali terbentuk adalah merupakan lembaga pendidikan bisnis sejak tahun 1998 untuk wilayah SIJORI (Singapura, Johor, Riau) di Batam. Pada tahun 2004 GICI mulai merambah ke Ibukota Jakarta dengan pola dan system yang diperbaharui guna mengantisipasi tuntutan dunia pendidikan sekaligus dunia bisnis yang semakin berkembang. Seiring dengan perubahan dan tuntutan jaman STIE GICI Business School memfokuskan pada pendidikan yang konsepnya berbasis pada Competency of Applied Based University sebagai sebuah lembaga pendidikan tinggi yang mengkombinasikan pola kuliah sambil kerja (Learning By Doing System through Life Skill Training). Konsep ini mendidik sumber daya manusia dengan teknik profesional dan berbeda dengan perguruan tinggi konvensional lainnya di Indonesia. Yang secara langsung melibatkan mahasiswanya untuk terjun dalam dunia kerja secara nyata yang sekaligus membentuk kedisiplinan, integritas, kemampuan beradaptasi, mampu memotivasi dirinya sendiri serta peningkatan dibidang spiritualitas.

Saat ini Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi GICI (STIE GICI) Business School berada dibawah naungan Yayasan Nusa Jaya. STIE GICI Business School Didirikan di Depok, 10 Maret 2000 di Jl. Margonda Raya No.224 Depok yang diteguhkan dan disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi. Departemen pendidikan Nasional Republik Indonesia , no. 136/D/0/2000 tertanggal 8 Agustus 2002. Dan memiliki izin Dikti Depdiknas Untuk jurusan Manajemen SK. DIRJEN DIKTI No. 624/D/T/2006 dan Akuntansi SK. DIRJEN DIKTI No. 625/D/T/2006. Terakreditasi BAN - PT: Manajemen 018/BAN-PT/Ak-X/S1/XI/2006 dan Akuntansi 019/BAN-PT/Ak-X/S1/XI/2006.

Kini STIE GICI Business School memiliki 3 kampus yang terletak di beberapa wilayah yaitu : Batam, Jakarta dan Depok.

Visi dan Misi
Visi :
Berkomitmen untuk terus menginspirasi dan mengembangkan generasi muda yang memiliki jiwa inovasi dan berkemampuan sebagai pemimpin wirausaha serta bertanggung jawab yang menjadikannya bernilai bagi masyarakat yang memiliki integritas dan spiritualitas yang tinggi.

Misi :
  • Menjadi Office Campus yang pertama di Indonesia.
  • Menyelenggarakan pendidikan berbasis pada peningkatan wawasan Berfikir, Mentalitas dan Networking.
  • Mengurangi dan mengatasi penggangguran terdidik dikalangan generasi muda dengan membentuk pemimpin muda yang berjiwa wirausaha.
Source : http://microsite.jobsdb.co.id/career/Default.asp?PID=30&JL=JOBSDB&AC=jdbcampnet2&EC=CN012&GC=&LID=1&SP=1&JC=67|0

Depok di kepung Mall !!

dulu, di Depok hanya ada Depok Mall, dan Plaza Depok,
pertokoan di jalan Margonda pun, belum terlalu banyak. Tetapi sekarang, di sepanjang jalan Margonda, sudah bertambah 3 Mall besar
dan komplek-komplek ruko maupun outlet-outlet besar.
Image16_1      Tiga mall yang baru bertambah adalah : ITC Depok, disamping terminal persis,Depok Town Square, dan tidak beberapa jauh dari stasiun pondok Cina, dan yang sedang dibangun yaitu Margo City. Outlet-outlet besar yang muncul dalam lima tahun belakangan adalah Kampus BSI,Gramedia, LIA Depok, Showroom Toyota, Showroom Suzuki, Rumah Sakit Bunda  dan Bakmi Japos. Ruko yang berkembang ada disekitar jalan stasiun UI atau jalan Kober, Jalan Kapuk, sebelum Jl. Fatimah (ILP),persimpangan Jl.Juanda, dan factori outlet-factori outlet.
     Bangunan super besar yang sedang dibangun juga adalah Apartemen Margonda Residence, yang konon telah terjual habis unitnya. Apartemen ini diprediksi akan sangat diburu para mahasiswa kampus-kampus di sekitar Depok.
     Kalau dulu, jalan menuju Depok dari Lenteng  Agung, hanya macet di sekitar stasiun LEnteng, kini titik-titik kemacetan bertambah. Pertama adalah persimpangan jalan layang UI, biasanya macet mulai dari Gardu, selanjutnya merayap melalui titk-titik kemacetan yang jaraknya dekat-dekat yaitu Kober, Pondok CIna, Gramedia, Depok Town Square, Jl.Juanda, dan Mall. Depok dan terminal/ITC Depok.
     Depok, khususnya jalan Margonda dikabarkan merupakan tambang emas untuk usaha. Pertumbuhan ekonomi daerah in begitu cepat. Tetapi kekurangan DEpok adalah berkembang pesat hanya disekitar wilayah jalan Margonda. Lihat saja Mall-mall berpusat di sekitar itu.
     Perumahan-perumahan mewah  di Depok bermunculan dengan menawarkan potongan harga. Namun Kekurangan Depok adalah jalan Akses yang tidak bisa melalui Tol. Jalan favorit adalah melaluitol Tb Simatupang, keluar di Tanjung Barat, melalui LEnteng Agung dan jalan Margonda, selain itu melalui Cibubur dan Sawangan.
     Depok memang menawarkan tempat tinggal yang lebih asri dan segar dibandingkan dengan wilayah pinggiran Jakarta lainnya. Tetapi bagi yang mempertimbangkan transportasi, mungkin Bekasi dan Tangerang lebih mudah diakses melalui jalan tol.

Source : http://diyas.blog.friendster.com/2005/11/depok-di-kepung-mall/

Tempat Wisata di Depok? Ada, Loh!

Kalau kamu ditawarin untuk bisa berwisata dan berjalan-jalan GRATIS mengitari daerah Depok, tempat apa yang akan kamu pilih, teman? Jujur aja, aku sebagai warga yang baru tinggal sekitar 3 tahun di Depok aja agak bingung juga menjawabnya. Tapi, tapi, berkat komunitas asik yang ngaku-ngaku namanya deBlogger itu, mata pikiranku terbuka kalau ternyata ada juga tempat-tempat indah di Depok yang bisa disambangi.. *asikkkkk lebaayyyy hahaha*
Satu di antara beberapa tempat itu adalah Masjid Dian Al-Mahri atau nama gaulnya Masjid Kubah Emas. Mmm, wait, masjid jadi tempat wisata? Owkay, that’s right. Aku sedang tidak mengigau kok, kawan hihi. Tapi, ya jangan dibayangin kalau di “tempat wisata” yang satu ini ada banyak wahana asyik yang bisa kita mainkan seperti di Dufan. No, no, no, no. Big No. Seperti tempat wisata religi pada umumnya, tentu saja hal yang kamu dapatkan akan berbeda… Mungkin kamu bakal dapet cerita seputar sejarahnya atau mungkin juga kesyahduan suasananya yang bisa dijadikan objek foto-foto juga ;)
Ini nih masjid Kubah Emas :D
Oya mungkin pada bingung ya.. kenapa sebuah masjid bisa-bisanya menjadi tempat wisata. Pasti pikirmu: kalau gak ada yang menarik dari masjid itu, entah dari disain arsitekturnya atau lainnya, kecil kemungkinan menjadi sebuah tempat yang sering dikunjungi banyak orang.. Bener banget, kawan. Nah, salah satu keistimewaan si Kubah Emas ini memang terletak pada kubahnya. Believe it or not, kubah masjid ini memang dibuat dari emas! Membuatku jadi berpikir, pernahkah ada orang-orang berpikiran jahat menaiki kubah masjid itu dan mencongkel emasnya hmmm.. :P
Masjid yang dibangun di tepi jalan Raya Meruyung-Cinere, Limo, Depok ini dibangun oleh seorang ibu hajah.. namanya Hj. Dian Djuriah Maimun Al Rasyid *pantes aja ya nama masjidnya ada Dian-nya gitu hehe*. Ibu hajah ini konon *eh beneran sih* adalah seorang pengusaha asal Banten. Ia membangun masjid tersebut sejak tahun 2001 dan baru selesai akhir tahun 2006. Tanggal 31 Desember 2006, bertepatan dengan Idul Adha, masjid tersebut pun baru dibuka untuk umum. Dengan luas kawasan 50 hektar, bangunan masjid tersebut menempati luas area sebesar 60 x 120 meter atau sekitar 8000 meter persegi. Masjid itu sendiri dapat menampung sekitar 20.000 jemaah *jumlah yang cukup besar ya hehe*. Dan kabarnya sih kawasan masjid ini sering disebut sebagai kawasan masjid termegah di Asia Tenggara *wow banget gak sih*!
Untuk info kamu, kita gak hanya sekedar pergi ke Kubah Emas, tapi pergi juga bermain-main dengan alam nan asri di sini : Kampung 99 Pepohonan! So, guys yuk ah ikutan bergembira bersama kami.. Merayakan satu tahun berdirinya komunitas kami dengan Tour de Depok

Source : http://lenidisini.wordpress.com/2010/05/27/tempat-wisata-di-depok-ada-loh/

Pembangunan Kota Depok, Nantikan Depok Sebagai Kota Percontohan Indonesia !!

Memasuki usia ke-12 pada 27 April 2011, Kota Depok, Jawa Barat, terus melakukan pembenahan dalam proses pembangunan, sehingga diharapkan dapat menjadi kota percontohan di Indonesia.
"Depok akan tumbuh sebagai perkotaan yang tertata dengan baik, karena pembangunan dilakukan atas asas planologi yang benar," kata Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail.
Dalam proses pembangunan pemerintah kota melakukannya dengan memperhatikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai indikator utama dalam manajemen pembangunan.
Para kepala daerah sebelum Nur Mahmaudi Ismail telah meletakkan dasar-dasar pembangunan dan dirasakan manfaatnya hingga saat ini.
Suasana saat pembentukan Kota Depok pada 1999 tidak bisa terlepas dari masa transisi negeri ini. Pada saat itu, nuansa reformasi sangatlah kental, euforia masyarakat terhadap kebebasan berpendapat dan pengurangan peran pemerintah pusat sangatlah besar, sehingga lahirlah berbagai aturan.
"Undang-undang otonomi daerah tahun 1999 telah mendorong daerah untuk berlomba-lomba menata daerahnya masing-masing," katanya.
Kota Depok yang baru ?lahir? sudah diharuskan untuk menata diri sendiri. Berbagai upaya dikerahkan seoptimal mungkin untuk berbenah diri, mulai dari pembuatan payung hukum hingga pembangunan infrastruktur.
Dengan sumber daya yang sangat terbatas, sehingga didapatkan kekurangan, namun semuanya diniatkan untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Kota Depok.
Pada 2010, Bagian Pemerintahan Kota Depok juga berhasil masuk dalam peringkat 10 besar dalam laporan penyelenggaraan pemerintah daerah dalam melaksanakan pemekaran.
Hal tersebut adalah hasil penilaian Kementerian Dalam Negeri terhadap kinerja penyelenggaraan pemekaran daerah. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Kota Depok telah meningkat kesejahteraannya.
"Peningkatan kesejahteraan tersebut patut disyukuri, namun kita masih perlu terus berupaya lebih keras lagi," ujarnya.
Wali kota yakin bahwa dengan kebersamaan dan sinergi antara elemen-elemen dan seluruh warga, Kota Depok akan menjadi Kota yang maju, berkembang, dan terdepan.
Sementara itu Pengamat Kebijakan Publik Universitas Indonesia (UI) Andrinof Chaniago menilai proses pembangunan di Kota Depok perlu memperhatikan para pejalan kaki, karena akses trotoar saat ini masih sangat minim.
Dalam survei yang dilakukan CIRUS Surveyors Group, Kota Depok, Jawa Barat, pada Maret 2010 dinilai sebagai kota yang tidak ramah terhadap pejalan kaki.
"Sebagian besar responden menyatakan tidak puas dengan fasilitas bagi pejalan kaki," kata Andrinof A Chaniago, yang juga sebagai Direktur CIRUS Surveyors Group.
Sebanyak 45 persen responden menyatakan kurang puas dengan fasilitas trotoar dan 11,8 persen menyatakan sangat tidak puas.
Untuk fasilitas pejalan kaki secara umum, 43,7 persen responden juga menyatakan kurang puas dan 11 persen menyatakan sangat tidak puas.
Survei yang dilakukan Maret 2010 itu mengambil sampel 420 warga Depok dari populasi warga usia 17 tahun ke atas atau sudah menikah.
Untuk menjadi kota percontohan di Indonesia, pemerintah kota Depok harus bekerja ekstra keras lagi, untuk memenuhi kekurangan yang ada dalam pembangunan.
Gedung Bertingkat
Sebagai etalase Kota Depok, Jalan Margonda terus melakukan pembangunan selain berperan sebagai kota perdagangan dan jasa juga akan menjadi pusat perkantoran dengan berdirinya gedung-gedung bertingkat.
"Ke depan pembangunan kota terutama di Jalan Margonda akan menjadi kawasan perkantoran," ujar wali kota.
Menurut dia, pembangunan apartemen yang kian marak di Kota Depok akan menjadi penggerak berdirinya kawasan perkantoran.
Selama ini pembangunan apartemen telah dilakukan oleh Margonda Residence dan akan dilanjutkan dengan pembangunan apartemen yang akan berdiri lebih dari 20 lantai.
Apartemen Taman Melati Margonda yang dilengkapi dengan ruang perkantoran akan berdiri setinggi 24 lantai, akan selesai pembangunannya pada kuartal pertama 2013.
Direktur Utama Adhi Realty, Giri Sudaryono, mengatakan pemilihan lokasi Jalan Margonda karena letaknya yang strategis yaitu sangat dekat dengan pusat kota, stasiun kereta api, fasilitas pendidikan (Universitas Indonesia), rumah sakit, dan lainnya.
Direktur Pemasaran dan Pengembangan PT Adhi Realty Renny Soviahani mengatakan perusahannya menanamkan investasi sekitar Rp100 miliar untuk membangun apartemen, pusat perkantoran, dan kawasan komersial 24 lantai tersebut.
"Depok merupakan kota yang pesat pertumbuhannya, saya yakin investasi di sini sangat menguntungkan," ujarnya
Menurut dia, prospek pembangunan properti pada 2011 akan mengalami peningkatan. Pertumbuhan pembangunan apartemen saat ini terus melebar hingga ke daerah penyangga Jakarta, seperti Depok.
"Ke depan pembangunan properti di Depok akan bergairah seiring dengan akan beroperasinya seksi satu dari ruas tol Cinere-Jagorawi, pada Juni 2011," katanya.
Investor lainnya yang lebih dulu menanamkan investasi membangun apartemen adalah Cempaka Group dengan membangun Apartemen Margonda Residence III yang terletak di belakang Mal Depok di Jalan Margonda Raya dengan ketinggian 21 lantai.
Direktur Utama Cempaka Group, Teddy Budianto mengatakan bersama Propindo Sedayu pengembang ini membangun hunian dengan konsep mall apartemen, dengan memberikan nuansa baru bagi warga Depok.
Ia optimistis dengan tingkat pertumbuhan Kota Depok yang sangat tinggi konsep baru yang diusung di Depok akan disambut baik dengan sasaran kelas menengah dan menengah atas.
Lebih Hijau
Untuk menata Jalan Margonda agar lebih hijau, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Depok, menyiapkan anggaran Rp4 miliar lebih untuk melakukan penghijauan taman separator di Jalan Margonda.
Kepala Bidang Pertamanan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Depok, Mulyo Handoyo menegaskan, penghijauan taman separator telah masuk ke segmen dua dan segmen tiga.
Mulyo mengatakan, penghijauan tahap kedua ini dilakukan dari mulai lampu merah Ramanda sampai lampu merah Jalan Juanda, yang menghabiskan anggaran Rp1,8 miliar. Sedangkan, segmen tiga merupakan segmen dari mulai lampu merah Juanda sampai patung raja wali atau taman UI, dengan menelan biaya sekitar Rp Rp2,2 miliar.
Ia berharap proses penghijauan di Jalan uatam Kota Depok tersebut akan selesai pada 2012 selesai.

Source : http://beritadaerah.com/article/jawa/36322

perguruan tinggi gunadarma

Universitas Gunadarma, Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Indonesia Tahun  2010 versi Webometrics

Webometrics dalam laporan terakhirnya bulan Juli 2010 telah menempatkan Universitas Gunadarma  sebagai perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia. Webometrics dalam laporan terakhirnya itu juga telah menempatkan Intitut Teknologi Bandung sebagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Dalam semester sebelumnya Webometrics memposisikan Universitas Gadjah Mada (UGM) di peringkat pertama sebagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia di tahun 2010. Posisi ini berhasil dipertahankan UGM setelah pada 2008 dan 2009 lalu juga berada di posisi teratas. Tahun ini, UGM memang kembali meraih predikat sebagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia versi Webometrics setelah selama dua tahun berturut-turut juga menempati posisi pertama.
Webometric mengeluarkan ranking perguruan tinggi seluruh dunia dalam setiap kurun waktu 6 bulan. Tahun 2010, Indonesia menyumbangkan 17 perguruan tinggi yang masuk dalam daftar Webometrics  100 terbaik Asia Tenggara. Terkait dengan peringkat Webometrics  ini didasarkan atas keunggulan dalam publikasi elektronik (e-publication) yang terdapat dalam domain web masing-masing perguruan tinggi. Pengukurannya menggunakan empat indikator, yakni size, visibility, rich files, dan scholar.
Indikator pertama, size (S), yakni jumlah halaman publikasi elektronik yang terdapat dalam domain web perguruan tinggi. Kedua, visibility (V) ialah jumlah halaman lain yang mencantumkan URL domain perguruan tinggi yang dinilai. Ketiga, rich files (RF), yaitu relevansi sumber elektronik dengan kegiatan akademik dan publikasi perguruan tinggi tersebut. Terakhir, scholar (Sc), yakni jumlah publikasi dan sitasi bermutu pada domain perguruan tinggi. Selanjutnya, data yang telah terkumpul diolah dan digunakan untuk memeringkat lebih kurang 4.000 perguruan tinggi dari seluruh dunia.

bakmi margonda

Tahu bakmi GM? Bakmi Gajah Mada. Orang Jakarta pasti tahu dong. Dari semua pilihan yang ada di menu bakmi GM, pilihan paling populer adalah pangsit gorengnya yang bentuk dan cita rasanya sangat khas. Tapi, mulai dari tahun 1999, bakmi GM mendapat tandingan dari kota Depok untuk hal pangsit goreng. Sekarang warga Depok tidak perlu lagi pergi ke Jakarta hanya untuk bisa merasakan pangsit goreng GM yang tenar itu karena di jalan Margonda Raya telah berdiri restoran Bakmi Margonda yang mampu membuat pangsit serupa.
Berdiri di penghujung tahun 1999, restoran Bakmi Margonda langsung menjadi buah bibir masyarakat kota Depok. Penyebabnya? Karena di Bakmi Margonda, pengunjung bisa menikmati pangsit goreng ala Bakmi GM yang sudah kondang bentuk dan citarasanya itu.   Sajian mie-nya pun tidak jauh beda rasanya dengan bakmi GM yang sudah pernah dicicipi beberapa orang Depok. Apabila dulu rasa bakminya belum menyamai restoran Chinese Food, sekarang beberapa makanan di dalam menunya sudah mulai menyamai sajian di restoran Cina. Sepertinya, si pemilik restoran sudah mulai mampu meracik bumbu yang pas berdasarkan masukan dari para pengunjung/pelanggan. Kedua faktor inilah yang kemudian mengangkat reputasi restoran hingga kini.
Harga makanan di restoran in termasuk murah, Rp10.000-Rp.35.000,-. Untuk satu lusin pangsit, cukup membayar 12 ribu rupiah, kalau mau pesan setengah porsi bisa. Harga menu bakmi bervariasi dengan rentang harga dari 10 ribu rupiah hingga 19 ribu rupiah. Kalau pesan porsi kecil, hargnya lebih murah hingga Rp11 ribu. Selain itu adapula hidangan daging sapi, ayam, hingga seafood--gurame asam manis, udang goreng, cumi goreng tepung. Tentunya, harga yang murah tidak mempengaruhi mutu layanannya. Pelayanan di restoran ini termasuk baik dan cepat. Tapi, jika sedang ramai-ramainya, proses menunggu bisa menjadi uji kesabaran juga.
Sesuai namanya, letak restoran ini tidak sulit dicari karena memang persis di pinggir jalan Margonda. Tempat makan ini berdampingan dengan restoran Soto Ambengan Pak Sadi dan sebuah rumah tua kosong Mendapatkan tempat parkir untuk mobil juga mudah. Sekalipun begitu, mencari tempat parkir di saat ramai pun tidak terlalu sulit karena banyaknya lahan kosong di pinggir jalan Margonda Raya yang dapat dipakai untuk persinggahan sementara mobil Anda. Kalau begitu, mari datang dan bersantap di Bakmi Margonda sekarang juga, :)

Masalah Tata Ruang untuk pembangunan Kota Depok..

Undang-Undang No.15 Tahun 1999 yang menetapkan Depok sebagai kotamadya daerah tingkat II sesungguhnya mengharapkan agar Depok yang luasnya 20.029 hektare itu menjadi kota/daerah penyangga bagi Jakarta. Dengan demikian wilayah ini berfungsi sebagai daerah konservasi dan resapan air. Untuk menjaga status daerah resapan air, tak kurang Pemerintah menetapkan ketentuan membangun gedung (termasuk rumah) yakni building coverage ratio atau koefisien dasar bangunan dan koefisien daerah hijau. Tetapi dasarnya peraturan memang untuk dilanggar, ketentuan yang menjadi syarat mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) itu cenderung diabaikan.

Ruang Terbuka
Yang terjadi kemudian adalah laju pembangunan gila-gilaan di daerah ini. Kota Depok justru mengarah menjadi kota jasa perdagangan dan pendidikan. Maka tak mengherankan bila pembangunan perumahan sama pesatnya dengan pembangunan fasilitas perdagangan dan pendidikan. Menurut data tahun 2000, yang merupakan ruang terbuka hijau, baik berupa areal pertanian maupun pertamanan di Depok, tinggal 56,8 persen saja. Bahkan dalam perencanaan pembangunan kota sampai tahun 2010 mendatang, sasaran porsi ruang terbuka hijau hanya 50,12 persen dan sama sekali tidak boleh lebih rendah lagi. Namun sayangnya, angka 50,12 persen itu justru telah tercapai sampai akhir tahun 2002. Ini berarti, untuk masa mendatang sudah tidak diperkenankan lagi adanya pembangunan di kota ini yang mengambil ruang terbuka, baik untuk perumahan maupun properti lain.

Untuk perumahan hingga tahun 1998 tercatat sudah ada 91 Surat Keputusan (SK) izin lokasi dengan luas 3.541,33 hektare. Yang dikuasai oleh pengembang seluruhnya 1.362,93 hektare, namun yang sudah terbangun menjadi perumahan atau real estat barulah 392,21 hektare atau 11 persen dari izin yang telah dikeluarkan. Sedangkan untuk jasa dan industri menempati luasan 5,4 persen dari total luas kota.

Untuk perumahan sejumlah kawasan yang masih dilirik di antaranya Beji, Pancoran Mas, Sawangan, dan Pancoran Mas. Sampai 1998, sedikitnya ada 91 SK izin lokasi dengan luas mencapai 3.541,33 hektare dan telah dikuasai sekitar 1.362,93 hektare. Dari izin lokasi ini, sudah terbangun 392,21 hektare atau 11 persen dari izin yang dikeluarkan. Apa artinya? Pembangunan perumahan yang saat ini berlangsung semestinya adalah pembangunan atas izin-izin lokasi yang telah dikeluarkan.

Bervariasi
Maraknya perumahan di Depok bisa kita saksikan mulai dari Jalan Margonda Raya hingga Depok II ke arah Sawangan, Cimanggis, Bogor. Perumahan Pesona Khayangan, Griya Depok Asri, Villa Pertiwi Depok, Mutiara Depok, Griya Pancoranmas Indah, Perumahan Jatijajar dan lain-lain. Spanduk-spanduk membentang di sepanjang jalan menawarkan rumah berbagai tipe dan harga. Tidak seperti kawasan Cibubur yang banyak didominasi perumahan kelas menengah atas, di Depok segmennya lebih bervariasi. Dengan demikian masih banyak dijumpai perumahan kelas menengah bawah.

Perumnas dengan perumahan yang didukung BTN, juga memiliki basis yang cukup kuat di Depok. Kota Kembang misalnya, di perumahan ini ada rumah berukuran 311 meter persegi dengan luas tanah 600 meter persegi harganya lebih dari Rp 1,2 miliar. Tetapi di sana masih pula dijumpai rumah kecil berukuran 29/72 seharga Rp 90 juta/unit. Griya Pancoranmas Indah adalah contoh perumahan yang memfokuskan segmennya pada kelas menengah bawah. Di sini tersedia rumah tipe 21, 36 dan 45 serta kavling siap bangun (KSB). Untuk rumah tipe 21/60, harganya ditawarkan Rp 46 juta, sementara untuk tipe 45/133 dijual seharga Rp 98 juta/unit. Naik kelas ke menengah atas, Pesona Khayangan tetap diminati. Setelah sukses menjual ratusan rumah berukuran menengah dan besar, kini perumahan ini banyak membangun rumah tipe mungil, istilah mereka bagi rumah berukuran kurang dari 100 meter persegi. Tersedia rumah tipe 55/90 seharga Rp 226 juta, lalu ada pula tipe 78/105 yang dijual Rp 291 juta atau sedikit lebih besar tipe 91/120 dengan harga Rp 335 juta. “Kalau yang di sebelah depan semua sudah terjual. Sekarang kita cuma menjual tipe kecil. Kalau mau, harga yang sekarang ini kita diskon hanya sampai akhir bulan ini. Karena bulan depan harga akan naik,” ujar wanita bagian marketing sewaktu SH berkunjung ke kantor pemasaran di Depok, Kamis (14/8).

Maraknya perumahan atau real estat di kawasan ini tampaknya tidak menyurutkan minat developer untuk terus membangun. Prediksi ini dikemukakan oleh Lukman Purnomosidi, wakil ketua umum Dewan Pengurus Pusat Real Estat Indonesia (DPP REI) kepada SH pernah berujar,”Rasanya Depok masih akan dilirik oleh teman-teman pengembang, setelah Cibubur tentunya. Ini tidak lain karena masyarakat masih mendapatkan value dari Depok. Berbeda sekali dengan Bekasi atau Tangerang yang terbukti perumahan di sana sulit berkembang, Depok biarpun tidak sepesat dulu tetapi masih akan terus berkembang,” ujarnya.

Integrasi
Kesalahan utama barangkali bukan pada pengembang atau keberadaan perumahan di kawasan Depok, tetapi lebih kepada tidak adanya penataan kota yang terencana di kawasan ini. Terbukti, dari data yang disebutkan di atas, pembangunan perumahan di sana belumlah melebihi ketentuan yang digariskan oleh pemerintah. Kelemahan yang jelas tampak adalah tiadanya akses jalan alternatif di samping harus diakui tidak ada integrasi kawasan perumahan. Setiap kawasan perumahan cenderung terpencar-pencar (scattered) dan berdiri sendiri. Terlepas dari kelemahan yang tampak, rasanya ke depan kita masih akan menyaksikan naiknya permintaan rumah utamanya kelas menengah atas. Ini karena tidak adanya penambahan signifikan perumahan di kota Jakarta, menyebabkan orang memilih rumah di Depok. Menurut penuturan dari pejabat PT Daksa Group, pengembang Griya Depok Asri dan Kota Kembang, pengembang diperkirakan tetap eksis membangun rumah baru. “Pasar perumahan di sini masih sangat potensial, mengingat masih banyak wilayah di Depok yang belum dikembangkan secara maksimal,” ujar Hendy Soerojo Soeroto, kepala biro pemasaran PT Inti Karsa Daksa.

Kalau pemerintah tidak segera tanggap dan membenahi infrastruktur yang ada, utamanya jalan, selamanya kemacetan akan menjadi hambatan yang membebani kota Depok.

-----
sumber berita: http://www.sinarharapan.co.id/ekonomi/properti/2003/0815/prop1.html

Pendidikan di kota Depok ...

Biaya SPP SD di Depok Digratiskan
DEPOK ? Mulai tahun ini Pemkot Depok menggratiskan biaya sumbangan pembangunan pendidikan (SPP) untuk SD se-Kota Depok. Selain itu, Pemkot juga akan memberikan beasiswa bagi siswa SD yang berprestasi.
Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Depok Khamid Wijaya, pemberlakuan SPP gratis tersebut untuk menekan tingkat buta huruf dan anak putus sekolah, termasuk menyukseskan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun.
?APBD Kota Depok belum mampu membebaskan biaya pendidikan secara keseluruhan. Maka itu,untuk pertama difokuskan pada SPP. Anggaran untuk SPP gratis sekitar Rp20 miliar, sedangkan beasiswa dianggarkan sebesar Rp500 juta,? jelas Khamid, Rabu kemarin.
Di tempat terpisah, anggota Komisi D (bidang pendidikan) DPRD Kota Depok Agnes Marlyn Pantow mengatakan, meski terlambat, pemberlakuan SPP gratis sudah tepat. ?Makanya saat Pemkot mengajukan rencana SPP gratis, Dewan merespons positif. Tinggal bagaimana Dinas Pendidikan (Disdik) mengefektif dan memaksimalkannya,? ujar Agnes.
Untuk itu, lanjut Agnes, DPRD meminta Disdik mengawasi pelaksanaan SPP gratis tersebut. Jangan sampai ada sekolah yang melakukan pungutan SPP.?Dana bantuan operasional sekolah dari pemerintah pusat saja disalahgunakan sekolah.Kami khawatir penyalahgunaan itu juga terjadi di SPP. Pemkot dalam hal ini Disdik harus tegas. SD yang masih memungut SPP harus ditindak tegas,? tegasnya.
Senada dengan Agnes, anggota Komisi D lainnya, Syihabudin, mengatakan bahwa alokasi dana untuk pendidikan di Kota Depok baru 11,8%, belum mencapai 20% seperti yang diamanatkan UUD 1945.?Namun, alokasi 11,8% itu sudah cukup baik untuk ukuran Kota Depok yang pendapatan asli daerahnya masih kecil,? terangnya.
Dalam Anggaran Pembangunan Belanja Daerah Kota Depok 2008, tambah Syihabudin, anggaran bagi pendidikan sebesar Rp300 miliar. Anggaran sebesar itu untuk belanja langsung dan tidak langsung.

Universitas Gunadarma

History

Indonesia is continually facing the wave of computerization, this happened to be the answer of a question about the needs of computer education for the nation. Hence, in August 7th 1981 a computer education program was launched by the name of Computer Science Education Program. This program provides not only a course deals with computer utilization but also a high education institution that deepen the knowledge of computer science.
The proof showed an improvement, thus, a foundation of Mathematics Research Operation and System Analyst Development was formed to accommodate Computer Science Education Program that later turned out to be Indonesia Computer Science Academy.
The road to perfection hadn’t stopped yet; the academy was raising level to a High School. For the intention, the school must have the same name as the Foundation’s that runs it.
Eventually by the date of August 14th 1984, Kopertis III consolidated the name Gunadarma Computer and Informatics Management High School (STMIK Gunadarma) along with the name of Gunadarma Education Foundation.
The name of “Gunadarma” was chosen the inspirational thoughts of an architect that built one of “Seven World of wonder”, that is Borobudur Temple, by the era of Syailendra dynasty. More over, Gunadarma means also a sincere intention of dedication to the society through a high school.
STMIK Gundarma was located in Jalan Salemba Raya 53, Jakarta. A year after the consolidation, Department of Education and Culture gave a status of “terdaftar” (listed) to STMIK Gunadarma through a decree of Minister of Education and Culture number 0424/0/1985 for Diploma 3 and Strata 1 title, in October 5th 1985.
The world of computer education that infects business world has proven to be interesting for public. The enthusiasm made the campus could not accommodate any longer until finally STMIK Gunadarma opened its new campus in Pondok Cina, Depok. More over, the quality of education was improved to accommodate public demands. This achievement brought STMIK Gunadarma into the status of “disamakan” (equalized) through the decree of Minister of Education and Culture number 0490/0/1989 in August 1989.
The success doesn’t stop here; the foundation produced another high school named Gunadarma Economic High School (STIE Gunadarma) in January 13th 1990 with its main program is Economic Science divided into the majors of Management and Accounting emphasized in computer application.
By the decree of General Director of DIKTI number 92/Kep/Dikti/1996 dated April 3rd 1996, these two high schools were merged into GUNADARMA UNIVERSITY.
This merger was intended to create a huge basis to anticipate the future by producing professional, reliable successors in the basis of information technology for the nation facing the globalization.

Jajanan Mantapp di Depok :)

1. Pempek : Di depok utara namanya pempek OKY harga gak mahal, di margonda pempek plyju sebelah rumah sakit bunda depok, tapi agak mahal

2. Martabak bangka : Di jalan ar hakim ya? sebelah PLN

3. Sate kambing + sop : Sate pribumi di depok 2 gak mahal

4. Nasi uduk : di jalan siliwangi kalau arah ke depok 2 sebelah kanan setelah pom bensin sebelahan dengan game online kuntaonet, bersih, gorengannya gede2,murah deh....dijamin enak

5. Nasi goreng : dijalan margonda seberang bank bni, pas depan dokter THT, jualannya cm di gerobak tapi dijamin enak Rp.5000 namanya Tata orangnya kurus, beberapa bulan sering gantian sama kakaknya jualannya orangya lebih gemuk tapi kalau kakaknya yang jualan jangan di beli, gila.... kaga bisa dimakan tuh nasi goreng, jadi kalau mau pesen liat orangnya dulu, kalau kurus nah... gak salah tuh....

6. Mang Kabayan : di margonda restoran besar, sebelah pool deborah, beberapa kali pernah makan di sana, makanannya enak juga, menunya banyak, belum gw cobain semua. tapi itu termasuk enak.

7. mie aceh : di margonda pidie 2000, enak mie rebusnya

8. Bakso & mie ayam : Di deket stasiun Pondok Cina di sebelah peron arah
bogor namanya si Jangkung

9. Saung Abah Engking yang di UI itu tuh, gurame nya maknyUszzz ...
Gue referensikan Resto Mang Engking di Depok. Tempatnya tepat di jalan keluar kampus UI Depok (arah Wisma Makara, UI). Menu andalannya kepiting dan udang bakar madu. Kepitingnya lumayan gede2, kalau pesan dulu bisa minta yang super, juga udangnya bisa pilih yang sedang (60rb) ato yang super (90rb) tapi porsinya lumayan besar paling tidak untuk 4 orang. Minumannya juga murah, paling mahal cuma es kelapa muda utuh sekitar 7rb. Aku sarankan datang kesana malam, karena pake saung2, di bawahnya kolam ikan dan bertaburan oncor suasananya ok banget.
Kalau mau kesana telp dulu ke manajernya di 08161117751 biar dapat tempat dan ukuran kepiting yang diinginkan.
 
10. Soto betawi ...
yang enak katanya di depan mall depok (samping hero lama)
rasanya lumayan, kuahnya kental (enak buat penggila santan)
harga agak mahal....

11. Bakmie margonda??
mienya lumayan enak kok, boleh dibandingkan dengan bakmi GM:lol:
gua suka makan bakso tahunya... enak euy...

12. Steak obonk...
punya motto harga kaki lima rasa bintang lima :clap:
dulu tempatnya dideket apartemen margonda, sekarang pindah tempat sekitar hollnad bakkery CMIIW
bumbunya enak kok, boleh dicoba

13. Soto gebrakkk
jangan makan disini buat orang yang jantungan, gebrakan botol kecapnya bikin rame suasana... rasa punya karakter tersendiri tapi kata orang orang rasanya seperti soto biasanya...

14. RM bu yanti
warteg prasmanan, lo ambil lo bayar lo kenyang... kalo ngga salah warteg ini punya 2 tempat satu ruko dan satu lagi dirumah kayu... mayan murah

15. Tempe mendoan/Es pocong
tempat jualanya di kober, mendoannya cuma serebuan, nasi uduk serebuan, sambel kecap dan kacangnya mayan enak, dimakan dengan mendoan yang masih hanget pass... kalo es pocongnya dibuat dari bubur sum sum (yang putih) campur potongan pisang rebus, mochi 2 biji sirup dan es...

16. Ayam Bakar samping Halte gunadarma <<< Enak banget, gw mpe nambah

17. Bebek tiktok di jalan margonda sebelah kiri (kalo dari jakarta) tepatnya setelah polres, pas samping rumah makan ampera. Bebeknya enak..empuk banget..yah maklum dah bukan bebek asli tapi kawin silang....tapi enak..harganya juga lumrah lah..kalo gak salah satu porsi sekitar 13-15 ribu (agak lupa...) tapi dapetnya lumayan banyak (3 potong)...sambelnya cukup enak walaupun tidak terlalu pedas...
 
18. Martabak telor Malabar, samping PLN Depok Utara, harga standar, martabaknya tebel, kuahnya beda ma yg lain, maknyos dah!

19. Nasi Padang Ramas.... top banget dah, harga lumayan miring, jalan margonda, klo dari arah jakarta sebelah kiri, sebelum Gramedia klo ga salah... gw sering banget makan di situ

20. Sop kambing n Soto Betawi setelah stasiun depok lama, arah ke citayam sebelah kiri, sebelum kota kembang, maknyuuuuuus...

21. Sop kaki sapi, jalan raya citayam, klo dari arah jakarta ada di sebelah kanan, sebelum pomp bensin n stasiun depok lama... uuueeenahk banget... pernah gw sampe nambah di situ, harga juga lumayan miring

22. Mie ayam berkat dekat tugu selamat datang, ada di sebelah kiri sblm gang kober dari arah LA,

23. Sakura japanese food adanya di sebelah pintu masuk pesona kayangan estate lokasinya kalo siang bengkel carburator.
 
Bakmi Buncit bos, klo dari arah mal depok dia persis sebelumnya detos...
mantap tenan lah pokonya..

24. Cak Wit di sebrang gunadarma pondok cina. cuma malem bukanya. isinya mahasiswa semua hehe.....suegerrr

25. Saung Talaga , tempatnya lumayan bagus, makanannya enak, murah meriah deh. tempatnya ada di Jl. Raya Sawangan, dekat perumahan Maharaja kearah parung

26. Mie Aceh Jatijajar di depan Komplek Perumahan Jatijajar Cimanggis Depok, masakan dimasak langsung oleh tukang masak dari Aceh, harga per porsi Mie Aceh nya kalo tidak salah Rp. 7,000 cukup rekomended.
 
 Source : http://bima.ipb.ac.id/~anita/wisata_kuliner_depok.htm