Senin, 04 April 2011

Depok Bebas Sampah(Berita UPS 2011, TPA Overload, Depok Bangun 19 UPS Baru)

TPA Overload, 

Depok Bangun 19 UPS Baru

DEPOK – Tahun 2011, Pemerintah Kota Depok siap membangun 19 Unit Pengolahan Sampah (UPS) baru untuk menambah jumlah 18 UPS yang sudah dibangun di tahun 2009.
Pembangunan UPS tambahan tersebut sebagai langkah antisipasi volume sampah yang terus meningkat dan nyaris melebihi kapasitas di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Cipayung, Depok.
Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengatakan, untuk mengurangi volume sampah, terobosan andalan yang masih dijalankan pemerintah kota adalah dengan UPS. Langkah lainnya, kata dia, yakni dengan membuat lubang-lubang komposter di sekolah ataupun di rumah setiap warga.
“Evaluasinya, 18 UPS yang sudah ada. Ada sebagian yang sudah optimal, ada juga yang belum. Tahun ini kami sudah siap dengan 19 UPS lagi, penyebarannya di mana saja saya belum tahu,” katanya kepada wartawan, Minggu (2/1/2011).
Saat ini, lanjutnya, pihaknya terus memaksimalkan daya kerja tiap UPS untuk mampu mengolah sampah menjadi kompos. Jika dijumlah dengan UPS baru, sedikitnya 600 meter kubik sampah di Depok bisa diolah dan dikurangi.
“Di TPA kan juga ada UPS, itu akan terus dioptimalkan untuk mengurangi sampah yang menggunung, setelah itu sampah yang sisa dari tiap UPS diangkut ke TPA,” jelasnya.
Sesuai data Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Depok, jumlah volume sampah setiap hari mencapai 3 ribu meter kubik. Sampah tersebut harus diangkut setiap hari oleh 54 truk sampah.

2011, Depok Bangun 19 UPS

Berita Kota , 03 Jan 2011
DEPOK, BK
Guna mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Cipayung, mulai tahun 2011 ini Pemerintah Kota Depok akan membangun 19 unit pengelola sampah (UPS) di 11 kecamatan. Pembangunan UP ini diharapkan bisa mengurangi beban sampah diTPA Cipayung hingga 600 meter kubik per hari.
Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail Ismail akhir pekan lalu mengatakan, angkah lain untuk mengu-rangi beban TPA Cipayung adalah dengan membuat komposter dan lubang biopori. Baik itu di Pemkot Depok, sekolah, dan intansi lain di luar Pemkot Depok. “Saat ini sudah 18 UPS yang beroperasi. Yang belum optimal akan kami maksimalkan. Bila pada 2009 kami memfokuskan pada pembebasan lahan, mulai 2011 ini pembangunannya dimulai,” ujarnya.
Kepala Bidang Kebersihan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Depok, Rahmat Hidayat menjelaskan, per hari sampah yang dikirim ke TPA Cipayung mencapai sekitar 3.500 meter kubik. Dengan dibangunnya 18 UPS, maka beban TPA berkurang. Sebab, setiap UPS mampu mengolah sampah per harinya 30 meter kubik. Jika dikalikan 18 UPS, jelasnya, ada sekitar 540 meter kubik sampah di TPA Cipayung yang berkurang.
Walikota menambahkan, pada 2010 program pembangunan yang terealisasi sebesar 90 persen. Di bidang kesehatan misalnya, ada peningkatan pelayanan puskesmas. Hal itu ditandai dengan diterimanya sertifikasi ISO 9001-2008 untuk Puskesmas Cimanggis dan Pancoranmas. Kemudian pembentukan UPT Jamkesda, peningkatan pelayanan RSUD Depok yang ditandai dengan meraih peringkat pertama se Jabar dalam pelayanan prima, dh

Kota Depok Siap Bangun 15 UPS di Lima Kecamatan

Sumber: http://www.depoknews.com/ 05 Januari  2011
D-News | Untuk memperpanjang usia Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Cipayung, Pemerintah Kota Depok akan membangun sebanyak 15 hanggar Unit Pengolahan Sampah (UPS) yang tersebar di lima kecamatan, yaitu kecamatan Sawangan, Bojongsari, Cimanggis, Cipayung, dan Tapos. Bahkan UPS juga akan dibangun di lingkungan kampus Universitas Indonesia (UI).
”Saat ini kami sedang mempersiapkan lahan UPS yang kondusif,” kata Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Depok, H Ridwan saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (4/1).
Menurut Ridwan, untuk pembangunan setiap hangar telah dianggarkan sebesar Rp.500 hingga 600 juta. Nilai anggaran tersebut, kata Ridwan, belum termasuk untuk pengadaan mesin pencacah sampah,”Itu hanya untuk hanggarnya saja,”jelasnya.
Untuk pembangunan UPS dilingkungan Universitas Indonesia, kata Ridwan, pihak UI telah menyiapkan lahannya, dan pembangunan UPS itu atas dasar permintaan pihak UI sendiri. Menurut Ridwan sampah yang dihasilkan di lingkungan UI cukup banyak, karenanya UI meminta Pemkot Depok membuatkan UPS khusus untuk warga lingkungan UI.”UPS UI hanya menampung sampah-sampah dari warga UI sendiri, tidak termasuk warga di luar UI,”katanya.
Ridwan juga mengakui dari 18 UPS yang sudah dibangun ditahun 2009, masih ada beberapa UPS yang tidak beroperasi sebagaimana mestinya. Salah satunya adalah UPS di Jalan Merdeka, Sukmajaya yang selalu mendapat komplain dari warga sekitar. Namun demikian, lanjut Ridwan, pihaknya selalu berupaya melakukan pendekatan-pendekatan kepada masyarakat dengan memberikan pengertian kepada masyarakat bahwa keberadaan UPS adalah demi kepentingan bersama dari masyarakat untuk masyarakat,”Diperlukan kesadaran masyarakat bahwa keberadaan UPS merupakan salah satu solusi untuk mengurangi debit sampah dengan cara mengolah sampah.”tuturnya.
Ia menjelaskan, meningkatnya sampah di Depok karena bertambahnya jumlah penduduk. Per harinya, Depok menghasilkan sampah sekitar 3.400 kubik. “Setiap orang itu menghasilkan 2,5 liter sampah per hari. Jumlah sampah di Depok terus meningkat karena pertambahan penduduk yang semakin cepat.”ungkapnya
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Depok Rintis Yanto mengatakan, Pemkot Depok diminta untuk melakukan evaluasi kembali dalam hal pembangunan UPS. Pasalnya, pembangunan UPS selama ini tidak sesuai dengan program Pemkot Depok untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Cipayung, Kecamatan Cipayung, Kota Depok.|prlm/mt|

Depok Siap Bangun 15 UPS Rp7,5 Miliar

Pelita,  05 Januari  2011
Sumber: http://bataviase.co.id/node/519709
Depok, Pelita
Untuk memperpanjang usia Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Cipayung, Pemerintah Kota Depok akan membangun sebanyak 15 hanggar Unit Pengolahan Sampah yang tersebar di lima kecamatan, yaitu Kecamatan Sawangan, Bqjongsari, Cimanggis, Cipayung, dan Tapos.
Bahkan UPS juga akan dibangun di lingkungan Kampus Universitas Indonesia (UI). “Saat ini kami sedang mempersiapkan lahan UPS yang kondusif,” kata Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Depok, H Ridwan saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (4/1).
Menurut Ridwan, untuk pembangunan setiap hangar telah dianggarkan sebesar RpSOO juta hingga Rp600 juta. Nilai anggaran tersebut, kata Ridwan, belum termasuk untuk pengadaan mesin pencacah sampah, Itu hanya untuk hanggamya saja,” jelasnya.
Untuk pembangunan UPS di lingkungan Universitas Indonesia, kata Ridwan, pihak Ul telah menyiapkan lahannya, dan pembangunan UPS itu atas dasar permintaan pihak Ul sendiri. Menurut Ridwan sampah yang dihasilkan di lingkungan Ul cukup banyak, karenanya Ul meminta Pemkot Depok membuatkan UPS khusus untuk warga lingkungan U1.”UPS Ul hanya menampung sampah-sampah dari warga UI sendiri, tidak termasuk warga di luar Ul,” katanya.
Ridwan juga mengakui dari 18 UPS yang sudah dibangun di tahun 2009, masih ada beberapa UPS yang tidak beroperasi sebagaimana mestinya. Salah satunya adalah UPS di Jalan Merdeka, Sukmajaya yang selalu mendapat komplain dari warga sekitar.
Ia menjelaskan, meningkatnya sampah di Depok karena bertambahnya jumlah penduduk. Per harinya, Depok menghasilkan sampah sekitar 3.400 kubik. “Setiap orang-itu menghasilkan 2,5 liter sampah per hari. Jumlah sampah di Depok terus meningkat karena pertambahan penduduk yang semakin cepat,” ungkapnya
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Depok Rintis Yanto mengatakan, Pemkot Depok diminta untuk melakukan evaluasi kembali dalam hal pembangunan UPS. Pasalnya, pembangunan UPS selama ini tidak sesuai dengan program Pemkot Depok untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Cipayung, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, (ck-26)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar