Senin, 28 Maret 2011

Pasar Kaget Jalan Juanda , Depok

Jakarta, VOI Fitur - Saat ini, sebuah ruas di tepi jalan tidak hanya menjadi jalur bagi kendaraan bermotor ataupun pejalan kaki.  Seringkali, di beberapa daerah seperti Jakarta, Bandung, dan sekitarnya, ruas jalan setiap harinya juga menjadi tempat bagi para pedagang kaki lima untuk menawarkan berbagai jenis barang dagangannya. 

 Hal serupa juga tampak di Jalan Juanda, Depok. Jalan alternatif sepanjang kurang lebih 2 kilometer yang menghubungkan


kota Depok dengan Cibubur ataupun Citeureup ini, berubah fungsi menjadi sebuah pasar. Pasar Kaget Jalan Baru namanya.................Sesuai dengan namanya, pasar kaget, keberadaan pasar ini hanya dapat ditemukan pada saat hari Minggu.
Ibaratkan sebuah keseragaman, sejak pukul 6 hingga 11 pagi, ratusan pedagang menjadikan ruas kanan dan kiri jalan sebagai etalase mereka.
 Berbagai jenis barang, seperti tas, sepatu, sandal, pakaian, tas, serta assesories rambut dan handphone ditawarkan dengan beragam model.Tidak hanya itu, puluhan tenda yang menjual menu makanan dan minuman, seperti nasi uduk, mie ayam, bakso, es kelapa muda juga mewarnai jalan Juanda ketika tiba hari minggu.
 Entah sejak kapan.................jalan ini menjadi pasar kaget untuk yang pertama kalinya. Namun yang pasti, jumlah pengunjung yang datang ke tempat ini relatif banyak.  Bahkan, begitu banyaknya jumlah pembeli, hingga membuat ruas jalan tersebut menjadi macet.  
 Ketika ditanya mengapa para pengunjung menjadikan tempat ini sebagai tujuan mereka di hari Minggu. Salah satu alasan dari sebagian besar pengunjung, barang dagangan yang ditawarkan di tempat ini relatif murah jika dibandingkan dengan di tempat lainnya.  Seperti yang diungkapkan oleh Siska, pengunjung dari Depok berikut ini:
 "Habis olahraga langsung jajan, kalau di sini makanannya lebih murah daripada di tempat lain."
 Bagaikan etalase jalanan, para penjual menawarkan barang dagangan mereka dengan berbagai cara. Mulai dari dengan cara berkeliling, membuka tenda hingga gerai etalase sebagai kios mereka. Mereka saling mengadu nasib untuk memperoleh rejeki dari 1 hari itu. Seringkali, minat beli masyarakat yang relatif banyak menjadi alasan utama, mengapa mereka lebih memilih untuk menjual barang dagangan mereka di jalan Juanda ketika hari minggu tiba.  Dadang, seorang pedagang assesories rambut yang baru pertama kali mencoba berdagang di tempat ini mengungkapkan ia mulai berdagang sejak mendapat informasi dari temannya, setiap hari minggu di sepanjang jalan baru Juanda, Depok ramai dipadati pengunjung.
 "Saya jualan keliling di sini, mangkal di sini baru. Karena kata teman-teman kalau jalan baru itu kalau hari minggu khusus rame. Jadi saya nyoba dagang di sini, nanti kalau ke depannya rame, tiap minggu jadwalnya pagi saya dagang di sini."
 Alasan yang berbeda diungkapkan oleh Atang, seorang pedagang makanan Siomay yang sejak lama berdagang di tempat ini. Menurut Atang, ketika hari minggu, pengunjung yang datang ke jalan ini tidak secara khusus untuk berolahraga, melainkan untuk berbelanja.
 "Karena sudah tau situasinya orang sudah tau datang ke sini fokusnya bukan olahraga tapi belanja. Ibu-ibu bawa anaknya tujuannya belanja aja. Pasar ini pasar dadakan-lah disebutnya."
 Layaknya di sebuah pasar pada umumnya, sistem tawar menawar antara penjual dan pembeli berlaku. Uniknya, walapun harga barang yang ditawarkan relatif murah. Kualitas barang yang ditawarkan dinilai tidak berbeda jauh dengan barang yanga ada di pusat perbelanjaan pada umumnya. Minat beli yang cukup tinggi membuat para penjual seringkali memperoleh pendapatan yang relatif banyak dalam 1 waktu. Seperti telah diungkapkan kembali oleh Atang, berikut ini:
 "Saya jualan di sini udah 2 bulan. Karena tempatnya rame, omzetnya lumayan. Di sini dapatnya kadang 300 ribu, 500 nyampai."
 Lain halnya dengan keuntungan yang diperoleh Dadang, pedagang yang baru pertama kali berjualan di jalan ini. Walaupun belum mempunyai tempat khusus seperti pedagang yang lain, ia mengatakan, pendapatan yang diperoleh relatif banyak.
 Alhamdulillah baru dua puluh, ini juga ndak digelar. Ndak digelar juga udah dapat apa yang naik motor, yang berhenti, yang jalan-jalan mau pulang."
 Nuansa di sepanjang ruas jalan Juanda dapat menjadi alternatif baru bagi Anda yang berminat untuk menikmati wisata belanja ketika berada di kota Depok, Jawa Barat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar